Arduino IDE dan Bahasa Pemrograman Arduino

Sejatinya bahasa pemrograman Arduino dipakai untuk memprogram Board Arduino dengan menggunakan aplikasi bernama Arduino IDE, namun ternyata Arduino IDE sering juga dipakai untuk memprogram Board ESP8266, dan Board ESP32. Itulah mengapa desainer IoT pemula wajib menguasai bahasa pemrograman yang satu ini.   

Arduino IDE

Software Arduino IDE dapat diunduh gratis di https://www.arduino.cc. Setelah mendapatkan file installer, silahkan lakukan instalasi di komputer/laptop.

Saat dijalankan, aplikasi Arduino IDE menyediakan template program yang terdiri dari dua buah fungsi utama yaitu setup() dan loop(). Kita tinggal memasukkan statement/perintah ke dalam kedua fungsi itu.

Konfigurasi Program

Fungsi setup() berguna untuk melakukan konfigurasi terhadap program. Di dalam program, fungsi ini hanya akan dieksekusi sekali saja. Perhatikan contoh konfigurasi berikut ini:

void setup(){
  pinMode(2, OUTPUT);
}

Board Arduino, Board ESP8266 dan Board ESP32) memiliki sejumlah pin (titik-hubung). Kita dapat mengkonfigurasi mode dari pin-pin itu sebagai titik keluaran ataukah sebagai titik masukan. Perintah yang digunakan adalah pinMode. Pada contoh diatas, pin nomor 2 dikonfigurasi sebagai titik keluaran (OUTPUT).

Loop Program

Fungsi loop() digunakan untuk membuat loop pada program, yaitu pelaksanaan eksekusi terhadap baris-baris kode program yang berulang-ulang. Contoh loop berikut ini terdiri dari 4 baris kode program. Fungsi loop() akan menjalankannya secara berurutan, dan apabila sudah mencapai baris kode terakhir maka eksekusi akan diulang lagi dari baris kode pertama. 

void loop(){
  digitalWrite(2, HIGH);
  delay(50);
  digitalWrite(2, LOW);
  delay(50);
}

Pada contoh loop diatas, perintah digitalWrite digunakan untuk menetapkan kondisi logic sebuah pin digital, dalam hal ini kondisi logic dari pin 2 ditetapkan "HIGH". Hal itu berarti bahwa pada pin 2 terbangkit sinyal digital. Sebaliknya, kondisi logic "LOW" akan menyebabkan pin 2 menjadi tidak ada sinyal digital.

Sementara itu perintah delay digunakan untuk melakukan penundaan eksekusi terhadap baris kode program berikutnya untuk beberapa saat lamanya (dalam ukuran milidetik). Pada contoh diatas, pin 2 akan berada dalam kondisi "HIGH" selama 50 mlidetik. Setelah itu akan beralih menjadi "LOW" selama 50 milidetik juga.

Preprocessor

Dalam bahasa pemrograman ada yang namanya preprocessor. Ini merupakan arahan (directive) untuk melaksanakan terlebih dahulu informasi yang diberikan sebelum ekseskusi terhadap baris-baris kode program dilaksanakan. Perhatikan contoh berikut.

#define LED 2

void setup(){
  pinMode(LED, OTUPUT);
}

void loop(){
  digitalWrite(LED, HIGH);
  delay(50);
  digitalWrite(LED, LOW);
  delay(50);
}

Preprocessor bukanlah perintah, melainkan suatu arahan saja. Penulisan preprocessor diawali dengan #, namun tidak perlu diakhiri dengan semicolon. Pada contoh diatas, directive define mengarahkan program untuk mendefinsikan pin 2 sebagai "LED" terlebih dahulu sebelum fungsi setup() dan loop() dijalankan. 

Fungsi Custom

Fungsi buatan sendiri sering disebut sebagai fungsi custom. Bila diperlukan kita dapat mendefinisikan sebuah fungsi baru buatan kita sendiri. Untuk menciptakan fungsi custom kita dapat mendefinisikannya di luar fungsi utama. Perhatikan contoh berikut.

#define LED 2

void setup(){
  pinMode(LED, OTUPUT);
}

void loop(){
  kedip();
}

void kedip(){
  digitalWrite(LED, HIGH);
  delay(50);
  digitalWrite(LED, LOW);
  delay(50);
} 

Pada contoh diatas, kedip() adalah fungsi buatan sendiri. Kita dapat menggunakan fungsi tersebut dengan cara memanggilnya dari loop().

Apa Selanjutnya?

Lakukan Verifikasi

Verifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan apapun terhadap kode-kode program. Klik tombol Verify.

Jika tidak ditampilkan suatu pesan kesalahan (error) berarti penulisan kode-kode program sudah benar.

Lakukan Penyimpanan File

Lakukan penyimpanan terhadap file program sebagai dokumentasi.

Lakukan Pengunggahan

Selanjutnya program dapat diunggah ke Board Arduino, Board ESP8266, atau Board ESP32 (tergantung dari jenis board yang anda gunakan). Namun sebelum melakukan hal tersebut, board yang bersangkutan harus sudah disambungkan ke komputer/laptop dengan memakai kabel micro-USB, dan pastikan bahwa board tersebut sudah terdaftar di dalam Arduino IDE seperti yang dijelaskan dalam Menambhakan Board ESP8233/ESP32 ke Arduino IDE.

Untuk mengunggah program, klik Upload. Tunggu hingga proses pengunggahan selesai dilaksanakan.



 

Arduino IDE dan Bahasa Pemrograman Arduino Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Wawan Hartanto

0 comments:

Posting Komentar